Senin, 24 Agustus 2009

Kayu rengas

Dikutip nai: www.margalubai.blogspot.com juge

Nama Saintifiknya ialah Gluta Renghas. Orang-orang Cina menyebutnya dengan nama Chat-si atau Kayu Hantu. Pohon kayu Rengas mudah dikenali melalui kulit pada batangnya yang pecah tetapi bahagian terbuka besarnya diatas tidak seperti kulit kayu lain yang rekahan kulitnya rapat dibahagian atas tetapi besar bukaannya dibahagian hujung bawah (silahkan perhatikan gambar).
Keratan rentas batangnya menunjukkan ada tanda lingkaran hitam. Mereka yang suka ke hutan samada untuk tujuan perkhemahan / camping, mencari akar kayu, Sepanjang Daerah Aliran Sungai Lubai ; anda mungkin akan bertemu dengan sepohon pokok hantu yang boleh akan menyergah anda pada bila-bila masa tanpa anda sedari ; tanpa anda kenali. Tahu-tahu saja anda sudah merasai...
Pokok Rengas..orang-orang Cina mengelarkannya sebagai Pohon Hantu. Getah pohon ini amat bisa sekali jikalau terkena kulit. Ada jenis getah pohon Rengas yang menyebabkan kulit yang terkena getahnya kelihatan seolah-olah seperti terkesan terbakar kehitaman tetapi amatlah gatal sekali malah menyakitkan. Jika digarut, ia kan melecet dan bertambah gatal lagi. Jika tangan yang mengaru itu mneyentuh tempat lain pada tubuh badan maka ia seolah-olah akan menjangkiti tempat itu pula, seterusnyalah apabila digarut maka ia akan menular seluruh badan.

Begitu juga jenis Rengas yang memberi kesan bintik-bintik jernih yang berair, ia amat gatal sekali. Apabila kita mandi mneggunakan sabun mandi, ia seperti satu wabak, menjangkiti seluruh badan menyebabkan seluruh badan mengalami kegatalan dan bila terkena muka, muka akan membengkak. Ramai orang tidak dapat menahan kesan kegatalan ini. Kadang-kadang bagi mereka yang jenis darahnya sensitif, duduk bernaung dibawah pohonnya saja pun sudah terasa gatal-gatal diseluruh badan, tetapi ada juga mereka yang boleh tahan dengan kesan getah pohon Rengas ini.
Perawatan
Tawas merupakan perawatan segera apabila terkena getah Rengas ini, maklumlah kerja di kawasan perhutanan. Tetapi ia adalah untuk rawatan sementara saja jika tidak banyak yang kena. Apabila saja rasa gatal-gatal di sesuatu tempat dan ada kesan bintik-bintik berair, tuangkan sedikit saja air panas dalam bekas yang mengandungi tawas, kemudian sapukan ke tempat gatal itu, biarkan ia kering sendiri. Bila sudah kering, ia akan nampak kesan putih seperti bergaram pada kawasan tersebut, ulangi lagi sehingalah gatal-gatal itu hilang dan bintik-bintik berair itu jadi kering. Jangan digarut pada tempat gatal itu. Jika tidak tahan sangat, hanya tekankan jari (kalau boleh jangan gunakan jari) dikeliling tempat yang gatal itu.

Rawatan terbaik ialah melalui suntikan tetapi bukan semua klinik yang faham kekuatan dos ubat suntikan bagi menghilangkan kegatalan akibat terkena kayu Rengas ini malah Kayu Rengas pun mereka tidak tahu. Hanya klinik tertentu sahaja yang biasa memberi rawatan kepada mereka yang terkena getah pokok ini boleh memberikan hanya dengan sekali suntikan saja. Jika tidak, satu suntikan dari klinik biasa tidak memberi kesan penyembuhan yang segera malah terpaksa mendapatkan suntikan susulan yang kedua.

budidaya sungkai

Dikutip nai: www.margalubai.blogspot.com


BUDIDAYA SUNGKAI (Peronema canescens)
PENDAHULUAN
Sungkai (Peronema canescens) sering disebut sebagai jati sabrang, ki sabrang, kurus, sungkai, sekai termasuk kedalam famili Verbenaceae. Daerah penyebarannya di Indonesia adalah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan seluruh Kalimantan. Tempat tumbuh di dalam hutan tropis dengan type curah hujan A sampai C, pada tanah kering atau sedikit basah dengan ketinggian sampai 600 m diatas permukaan laut. Tanaman sungkai perlu tanah yang baik, sedangkan di tanah mergel tidak dianjurkan.
Tinggi pohon mencapai 20–30 m panjang batang bebas cabang mencapai 15 m, dengan diameter 60 cm atau lebih, batang lurus dan sedikit berlekuk dangkal, tidak berbanir, dan ranting penuh bulu halus. Kulit luar berwarna kelabu atau sawo muda, beralur dangkal, mengelupas kecil-kecil dan tipis. Kayu teras berwarna krem atau kuning muda. Tekstur kayu kasar dan tidak merata. Arah serat lurus, kadang-kadang bergelombang dengan permukaan kayu agak kesat.
Kegunaan kayu sungkai cocok untuk rangka atap, karena ringan dan cukup kuat. Selain itu ipakai juga untuk tiang rumah dan bangunan jembatan.
Garis-garis indah mungkin baik untuk vinir mewah, kabinet dan sebagainya. Kayunya mempunyai berat jenis 0,62 dan termasuk kelas kuat II – III serta kelas awet III.
Tanaman sungkai berbuah sepanjang tahun, terutama pada bulan Maret – Juni. Tiap kilogram biji berisi 262.000 butir.
PEMILIHAN BENIH
Untuk keperluan pembibitan pemilihan benih (biji) dilakukan dengan cara mengambil buah-buah yang sudah tua yang ditandai warna coklat tua. Akan tetapi mengingat perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilaksanakan, maka untuk pengadaan benih penanaman dipakai stek batang, yang diambil dari terubusan-terubusan yang berumur lebih kurang dua tahun pada tunggul bekas tebangan. Tunggul yang dipilih sebagai induk dari terubusan calon stek adalah tunggul yang berasal dari tegakan terpilih/tegakan plus.
PEMBIBITAN
Pemilihan Terubusan yang akan dipakai sebagai bahan stek dilakukan dengan cara memilih terubusan yang sehat dan sudah berkayu dengan diameter lebih kurang 2,5 cm dan panjang 25 cm – 30 cm. Untuk merangsang pertumbuhan akar, maka stek dapat diberi hormon tumbuh (Roton F), kemudian ditanam/disemaikan dalam kantong plastik. Kantong-kantong plastik sebaiknya dibuat bedengan dan dinaungi. Cara pemeliharaan bibit adalah penyiraman dua kali sehari dan jika terserang hama/penyakit dilakukan pemberantasan dengan insektisida/fungisida. Dengan cara ini biasanya bibit siap dipindahkan kelapangan pada umur lebih kurang 3 bulan.
PENANAMAN
Sungkai dapat ditanam pada areal bekas tebangan dan semak belukar dengan sistim jalur atau cemplongan. Disamping itu dapat juga ditanam pada areal yang terbuka dengan pengolahan tanah total yang dapat dikombinasi dengan pemberian tanaman tumpang sari.
Kegiatan penanaman meliputi :Persiapan Lapangan
Dalam persiapan lapangan yang pertama kali dilaksanakan adalah land clearing/pembabatan semak belukar, kemudian di ikuti dengan pengolahan tanah. Untuk sistim jalur dan cemplongan, pekerjaan utama yang perlu dilaksanakan adalah pembuatan dan pemasangan ajir.
Arah pembersihan lapangan dilaksanakan sesuai dengan ajir. Tahap selanjutnya adalah pembuatan lubang tanaman yang jaraknya sisesuaikan dengan jarak tanam yg telah direncanakan yaitu 3 m X 2 m atau 4 m X 2m kemudian setelah berumur 5 tahun dilakukan penjarangan pertama.
Lubang tanaman sebaiknya dibuat 7 – 15 hari sebelum pelaksanaan penanaman, dengan ukuran lubang 30 cm X 40 cm X 30 cm.Penanaman
Bibit dalam kantong plastik yang telah diseleksi diangkut kea areal penanaman yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan tanam perhari. Bibit ditanam satu persatu pada setiap lubang denga terlebih dahulu melepas/menyobek bagian bawah kantong plastik secara hati-hati agar tanahnya tidak pecah. Bibit ditanam berdiri tegak dan ditutup dengan tanah di sekelilingnya ditekan dengan tangan dari samping agar tanah padat. Dalam penanaman harus diusahakan agar batang dan akar tidak rusak atau bengkok.Pemeliharaan Tanaman
Kegiatan pemeliharaan tanaman adalah penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemberantasan hama/penyakit.
Penyulaman dilakukan pada tahun pertama dan tahun kedua, sedangkan kegiatan penyiangan, pendangiran dan pemupukan sebaiknya dilaksanakan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim penghujan serta dilaksanakan sampai tanaman cukup besar. Pemberantasan hama dan penyakit hanya dilaksanakan sewaktu-waktu yaitu jika ada serangan hama/penyakit atau diperkirakan akan terjadi serangan penyakit. Hama yang menyerang tanaman sungkai antara lain penggerek batang dan penggerek pucuk. Serangan penggerek tersebut dapat diberantas dengan insektisida yang bersifat sistemik.
Sumber : http://www.dephut.go.id/INFORMASI/PROPINSI/SUMSEL/bdy_sungkai.html

Kayu-kayu di Lubay juge

Dikutip nai: www.margalubai.blogspot.com juge
#
Keremunting tumbuhan ini banyak tumbuh di dataran kering tanah yang berpasirkawasan belukar di Kecamatan Lubai. Keremunting menghasilkan buah yang sangat manis bisa diolah menjadi makanan dan minuman, Sentra dari pengerajin makanan dari bahan baku buah keremunting di Lubai belum kita ketemukan. Masyarakat disini lebih senang menjadi petani Karet daripada menjadi petani lainnya.
#
Kayu Pelawan merupakan tumbuhan kayu keras masyarakat yang bermukiman di Lubai biasanya menggunakan tumbuhan ini untuk bahan kayu bakar sebab arang dan api yang dihasilkan sangat bagus, tapi yang lebih penting tumbuhan kayu Pelawan ini mempunyai bunga untuk lebah madu sehingga madu yang dihasilkan dari bunga Pelawan ini mempunyai rasa tersendiri dan ini sangat khas.
#
Kayu Simpoh dalam bahasa Bahasa Bangka Simpor banyak dijumpai di dataran basah akar dari tumbuhan ini sebagai penyangga dari aliran air disungai-sungai kecil. Tumbuhan Simpoh mempunyai karakter daun yang lebar serta bunga yang besar berwarna kuning dan sangat indah, Daun dari tumbuhan ini biasanya di jual masyarakat ke pasar sebagai pembungkus bumbu dapur tumbuhan ini juga bisa dijadikan tanaman hias perkarangan sebab kumbang dan kupu-kupu sangat menyukai bunga Simpoh. Jika dipopulerkan tanaman ini akan mempunyai nilai komoditi yang bagus sebagai tanaman hias dari Kecamatan Lubai. Tumbuhan Simpoh ini mempunyai dua jenis biasanya jenis yang satunya sangat langkah masyarakat menamakan Simpoh laki. Tumbuhan ini juga berdaun lebar namun tidak mempunyai cabang. Apabila masyarakat menemukan tumbuhan Simpoh laki, biasanya akan disimpan dirumah sebagai pengusir balak atau menjadikan gagang parang sebab masyarakat percaya tumbuhan Simpoh laki ini mempunayai kekuatan magis.
#
Rukam (Ganda Rukem, Family Flacourtiaceae). Buah rukam yang matang dapat dimakan dalam keadaan segar; sebelum dimakan sebaiknya dipijit-pijit dahulu dengan jari, sebab dengan cara ini rasa sepet daging buahnya akan hilang. Buah rukam dapat pula dibuat rujak dan asinan, atau dicampur gula dijadikan selai atau permen. Daun mudanya dapat dimakan mentah sebagai lalap. Buah mudanya digunakan dalam ramuan obat tradisional untuk mengobati diare dan disentri. Air perasan daunnya dipakai untuk mengobati kelopak mata yang bengkak. Di Filipina, seduhan akar rukam diminum oleh wanita yang baru saja melahirkan. Kayu rukam keras dan kuat, dapat digunakan untuk membuat perabot rumah tangga, seperti alu dan mebel.
#
Kayu Cengal (Neobalanocarpus Heimii) ialah sejenis pohon kayu keras yang dapat popular di masyarakat lubai. Kawasan taburan semula jadi kawsan pohon ini di Semenanjung Malaysia, Singapura dan selatan Thailand. Pohon Cengal menghasilkan kayu terbaik dan mencapai harga tertinggi di pasaran jika dibandingkan dengan jenis kayu lain dan tergolong dalam keluarga 'Dipterocarpacease' iaitu sejenis pokok menghasilkan buah yang mempunyai sepasang sayap serta mengeluarkan resin atau damar. Ketahanan kayu itu disebabkan terdapat sejenis bahan awet semula jadi yang melindungi kayu teras. Kayu gubal, teras serta kulit pokok cengal mempunyai sejenis damar yang dikenali sebagai damar penak dan boleh digunakan dalam pembuatan varnis.
#
Cendana, atau cendana wangi, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Konon di Sri Lanka kayu ini digunakan untuk membalsam jenazah putri-putri raja sejak abad ke-9. Di Indonesia, kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Timor, meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.
Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan
#

Kayu Petaling tumbuhan ini banyak tumbuh di Hutan Lubai. Nenek Moyang orang Desa Jiwa Baru Lubai, mengabadikan nama kawasan hutan larangan dengan nama ini HIMBE PETALING.
Kayu Rukam
Kayu Cendana
Kayu Menghampui
Kayu Leban
Kayu Menteru
Pokok Cengal (Neobalanocarpus heimii) iala sejenis pokok kayu keras yang dapat popular. Kawasan taburan semula jadi pokok ini terhad kepada Semenanjung Malaysia, Singapura dan selatan Thailand.

Pokok cengal menghasilkan kayu terbaik dan mencapai harga tertinggi di pasaran jika dibandingkan dengan jenis kayu lain dan tergolong dalam keluarga 'Dipterocarpacease' iaitu sejenis pokok menghasilkan buah yang mempunyai sepasang sayap serta mengeluarkan resin atau damar.

Kayu cengal adalah kayu keras yang tahan lama dan mempunyai ketumpatan antara 915 hingga 980 kilogram per meter padu yang kebiasaannya digunakan dalam kerja pembinaan berat terutama pembinaan bot, selain dijadikan tiang, serta jambatan tanpa perlu diawet kerana ia tahan dari serangan anai-anai.

Ketahanan kayu itu disebabkan terdapat sejenis bahan awet semula jadi yang melindungi kayu teras. Kayu gubal, teras serta kulit pokok cengal mempunyai sejenis damar yang dikenali sebagai damar penak dan boleh digunakan dalam pembuatan varnis.

Kayu terap

Dikutip dari: www.margalubai.blogspot.com

Terap atau tarap adalah sejenis pohon buah dari marga pohon nangka (Artocarpus). Buahnya serupa nangka yang kecil, dengan bau wangi yang kuat, seperti dicerminkan oleh nama ilmiahnya: Artocarpus odoratissimus. Buah ini juga dikenal sebagai marang (Filipina) atau Johey Oak (Ingg.). Tehap dalam bahasa Lubai - Muara Enim.

Pengecualian: Jenis pohon terap ini tidak sama dengan pohon benda atau bendo (Artocarpus elasticus), yang juga disebut terap (di Serawak) atau teureup (di Jawa Barat).
Pohon terap tingginya mencapai 25 m, dan batangnya dapat mempunyai diameter sampai 40 cm, keabu-abuan. Ranting dengan bulu-bulu panjang kuning sampai kemerahan. Berumah satu (monoecious).

Buah terap liar yang telah masak.

Daun berbentuk jorong sampai bundar telur terbalik, 11-28 × 16-50 cm, bertepi rata atau menggerigi dangkal, berujung tumpul atau sedikit meluncip, bertangkai 2-3 cm. Daun penumpu bundar telur, 1-8 cm, berbulu kuning atau merah, bila rontok meninggalkan bekas cincin pada ranting.

Perbungaan dalam bongkol soliter, yang muncul pada ketiak daun. Bongkol bunga jantan berbentuk jorong sampai gada, 2-6 × 4-11 cm. Buah majemuk (syncarp) agak bulat, sampai 13 × 16 cm, kuning kehijauan bila masak, dengan tonjolan-tonjolan serupa duri lunak pendek, bertangkai panjang 5-14 cm, muncul di ujung ranting seperti pada sukun. Daging buah (semu, yang sebetulnya adalah perkembangan dari perhiasan bunga) berwarna keputihan, mengandung banyak sari buah, manis dan harum sekali, terasa licin lunak dan agak seperti jeli di lidah. Biji (perikarp) 8 × 12 mm.

Terap atau Tehap dalam bahasa Lubai kurang menyebar luas di Daerah Lubai dan sekitarnya, Kayu ini dianggap sebagian masyarakat Lubai tidak mempunyai nilai ekonomi yang unggul. Terap lebih dikenal di Filipina, masyarakat disana membudidayakan secara luas (misalnya di Mindoro, Mindanao, Basilan dan Sulu), Borneo bagian utara (Brunei, Sabah, Serawak, dan juga Kalimantan Timur) dan Thailand. Asal-usulnya diperkirakan dari bagian utara Borneo, di mana ditemukan jenis liarnya di alam. Terap juga dibudidayakan di Queensland, Australia.

Pohon ini terutama ditanam karena buahnya, yang dimakan dalam keadaan segar atau diolah sebagai kue-kue. Buah terap harus segera dimakan dalam beberapa jam setelah dibuka, karena baunya yang harum cepat berkurang dan warnanya dapat berubah karena teroksidasi. Biji terap juga dapat dimakan setelah dipanggang atau direbus dengan garam.

Terap dapat tumbuh sejak daerah dekat pantai hingga ketinggian sekitar 1000 m dpl. Pohon ini menyenangi tanah liat berpasir dan wilayah dengan curah hujan cukup tinggi dan merata. Buah biasa didapati di awal musim hujan, antara Agustus hingga Januari bergantung pada lokasinya.

Nama Terap atau Tehap diabadikan oleh nenek moyangku untuk sebuah nama danau yaitu Danau Tehap terletak di Muara Pegang, Desa Jiwa Baru Kec. Lubai Kab. Muara Enim Prov. Sumatera Selatan.

Kayu Putat

Dikutip dari: www.margalubai.blogspot.com


Nama Tempatan: Putat
Nama Saintifik: Barringtonia racemosa (L.) Spreng
Nama Lain: Putat kampung, putat ayam, lamog (Filipina)
Famili: Lecythidaceae
Lokasi dijumpai: Tumbuhan liar

Keterangan:
Putat merupakan tumbuhan yang biasa dijumpai tumbuh dikawasan tepi sungai atau berhampiran dengan kawasan yang berpaya/berawa. Ia merupakan sejenis pokok yang berukuran sederhana dan dapat mencapai ketinggian hingga 10 meter. Ia di jumpai tumbuh dikawasan asia tenggara dan kepulauan pasifik. Terdapat dua jenis putat yang selalunya dijadikan ulam oleh masyarakat melayu iaitu putat hijau dan putat merah. Sewaktu penulis masih kecil saat masih berdomisili di Desa Jiwa Baru Lubai Kab. Muara Enim Sumataera Selatan, sangat senang makan daun muda Putat dalam bahasa Lubai Dahok Putat.
Selain dari pucuknya buahnya juga boleh dijadikan ulam. Ada juga putat yang dipanggil putat laut (Barringtonia asiatic) seperti namanya putat ini biasa dijumpai tumbuh berhampiran dengan pantai. Daunnya juga agak berbeda dengan daun putat paya dengan warna daunnya hijau gelap yang berkilat. Bentuk buahnya juga berbeda. Walaupun habitat asalnya berhampiran dengan laut ia juga boleh ditanam dalam medium yang lain.
Untuk keterangan lanjut mengenai putat laut dan gambarnya silakan kunjungi :
http://www.forestry.sarawak.gov.my/forweb/np/np/tdpic/tdemb.htm.
http://toptropicals.com/catalog/uid/barringtonia_racemosa.htm
Kegunaan:
Ekstrak biji putat terbukti secara saintifik mempunyai sifat anti kanser. Di kerala India biji putat digunakan untuk merawat pelbagai penyakit yang menyerupai kanser(ketumbuhan).

Kayu Gaharu

Dikutip dari: www.margalubai.blogspot.com

Nama Tempatan: Gaharu/depu
Nama Saintifik: Aquilaria malaccensis
Nama Lain: Karas, Engkaras, agar wood, aquilaria, krasna, agaloca,aloeswood, eaglewood, jinkoh.
Famili: Thymelaeaceae
Lokasi dijumpai: Hutan hujan tropika
Asal: Tumbuhan tempatan

Keterangan:
Pohon Gaharu di kawasan Desa Jiwa Baru Kec. Lubai Kab. Muara Enim Prov. Sumatera Selatan disebut Kayu Kahas. Sewaktu penulis masih kecil periode tahun 80-an, penggunaan Kayu Gaharu oleh orang tua penulis maupun masyarakat Lubai lainnya hanya untuk diambil kulitnya. Kulit kayu Gaharu dapat dijadikan tali pengikat, sebagai dinding pondok atau danggau di Ladang dalam bahasa Lubai Ume.
Pohon Gaharu di Malaysia dengan nama Gaharu, Depu, Karas atau engkaras merupakan pohon besar yang dapat mencapai ketinggian sehingga 40 meter tingginya. Diameter batangnya pula boleh mencapai sekitar 60 cm. Gaharu merupakan sejenis tumbuhan yang tumbuh di kawasan hutan hujan tropika, terutamanya di tanah rendah sehingga ke kawasan yang ketinggiannya sehingga 270 meter daripada paras laut. Taburan pertumbuhan depu secara geografinya meliputi kawasan Asia tenggara, India dan China. Gaharu boleh hidup di semua jenis tanah kecuali kawasan paya dan berair.

Kegunaan:
Resin yang terhasil di bahagian teras batang pokok gaharu merupakan bahan yang mempunyai nilai komersial yang amat di tinggi di pasaran seluruh dunia. Resin ini telah digunakan sejak zaman berzaman sebagai setanggi atau kemenyan, digunakan dalam pengobatan, kosmetik mahupun bahan untuk upacara keagamaan. Cara tradisonal untuk mendapatkan resin ini ialah dengan menebang pokok ini untuk mendapatkan resinnya. Malangnya tidak semua pokok yang telah matang akan menghasilkan resin, menyebabkan ada pokok yang ditebang secara sia-sia sahaja. Ini menyebabkan pohon Gaharu di kawasan Lubai terancam kepupusan di habitat asalnya.

Kini gaharu merupakan spesis tumbuhan yang di lindungi di negara Malaysia. Perjanjian antarabangsa seperti CITES(Satu konvensioan yang membincangkan urusniaga antarabangsa yang dilakukan ke atas spesis-spesis terkawal)telah diperakui dan dipersetujui oleh 169 buah negara. Persetujuan ini adalah untuk memastikan urusniaga gaharu tidak akan mengancam kepupusan pokok gaharu di habitat semulajadinya.

Rabu, 08 Juli 2009

Sejarah Lubay

Sejarah Lubay


Setelah beberapa lama menjelajahi belantara dunia maya, akhirnya ketemu juga sebuah grup jeme lubay nian. Saya ingin menyampaikan sedikit kisah lama, bahwa kata Lubay atau Lubai diambil dari nama sebuah sungai kecil, hulunya terletak di daerah muara enim dan hilir bermuara ke sungai Rambang, sungai rambang bermuara kesungai Ogan dan muara sungai Ogan di sungai Musi terletak didekat Kertapati kota Palembang, Sumsel.

Dahulu kala, Lubay atau Lubai dibagi menjadi dua Marga :

Marga Lubai suku 1 yang terdiri dari dusun-dusunya sbb:
1. Tanjung Kemala
2. Gunung Raja
3. Baru Lubai
4. Kurungan Jiwa

Marga Lubai suku 2 yang terdiri dari dusun-dusunnya sbb :
1. Pagar Gunung
2. Kota Baru
3. Beringin
4. Aur
5. Prabu Menang
6. Karang Agung
7. Pagar Dewa

Tokoh masyarakat Lubai yang saya tahu yaitu :

Hi. Achmad Kori (Alm), purnawirawan TNI AD dan mantan Ketua DPRD kota Palembang, yang merupakan tokoh asal Lubay suku 1

M. Rifai (Alm), purnawirawan TNI AD dan mantan Bupati Lampung Utara.

dikirim oleh keremuntingan.....