Tampilkan postingan dengan label duson2 lubay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duson2 lubay. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Agustus 2009

Duson Suka Merindu

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Suka Merindu ”bahasa Lubai : Duson Suke Merindu”.

Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah sebuah Desa di Lubai yang senang menerima para pendatang. Karena keramah tamahan penduduk di Desa ini, maka para tamu yang data akan selalu terkenang kebaikannya atau Suka Merindu. Dahulu desa merupakan bagian Marga Rambang Kapak tenggah II.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :
Su·ka 1 a berkeadaan senang (girang): sahabat dl -- dan duka; 2 a girang hati; senang hati: sekalian bantuan dan sokongan disambut dng -- hati; 3 v mau; sudi; rela: ia tidak -- membayar sekian; datanglah kalau Tuan --; kalau sudah -- sama -- , biarlah kawin saja; 4 v senang; gemar: neneknya -- benar makan sirih; memang banyak orang -- menonton bioskop; ada yg -- daging dan ada juga yg -- ikan laut; 5 v menaruh simpati; setuju: orang itu akan saya suruh bekerja di sini, itu pun kalau Tuan --; tiada seorang pun -- kepadanya; 6 v menaruh kasih; kasih sayang; cinta: rasanya jarang ibu yg tidak -- kpd anaknya; 7 a cak mudah sekali ...; kerap kali ...: memang dia -- lupa; pensil semacam ini -- patah; -- duka perasaan senang dan sedih dl hati; -- tak -- 1 segan-segan; 2 tidak peduli; tidak acuh; 3 apa boleh buat; mau tidak mau; su·ka-su·ka adv cak 1 semau: - aku, mau pergi atau tidak; 2 kadang-kadang: - sopirnya berdasi dan tangan kirinya menyorongkan telepon ke telinga; ber·su·ka-su·ka v 1 berfoya-foya; 2 bergembira; beramai-ramai; bergembira ria; ber·su·ka-su·ka·an v 1 bersuka-suka; 2 bercinta-cintaan; berkendak;
Rin·du a 1 sangat ingin dan berharap benar thd sesuatu: ia -- akan kemerdekaan; 2 memiliki keinginan yg kuat untuk bertemu (hendak pulang ke kampung halaman) : ia -- benar kpd anak-istrinya; -- jadi batasnya maka manis tak jadi cuka, pb jangan terlalu mesra bergaul dng seseorang sebab pergaulan spt itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat; -- dendam sangat berahi; menaruh cintakasih (kpd): -- dendam yg telah sekian lama terpendam dl hati; -- rawan rindu dendam; Me·rin·du v 1 menjadi rindu; menanggung rindu: kelakuannya spt orang sedang ~; 2 bernyanyi krn rindu; me·rin·du·kan v 1 sangat menginginkan dan mengharapkan (hendak bertemu): dia ~ kekasihnya; 2 menaruh cinta kpd; 3 membangkitkan rasa rindu: nyanyian yg merawankan dan ~ hati;

Duson Air Masam

Trime kaseh untok: www.margalubai.blogspot.com


Nama Desa Air Asam ”bahasa Lubai : Duson Ayah Masam” .

Nama ini dimaksudkan oleh para tokoh yang mendirikannya adalah sebuah Desa di Lubai keberadaan dekat dengan sungai, nama sungainya Air Asam letaknya diwilayah Kecamatan Lubai.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :
Air n 1 cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yg terdapat dan diperlukan dl kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yg secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen; 2 benda cair yg biasa terdapat di sumur, sungai, danau yg mendidih pd suhu 100o C; -- beriak tanda tak dalam, pb orang yg banyak cakap (sombong dsb), biasanya kurang ilmunya; -- besar batu bersibak, pb persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan; -- diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam, pb tidak enak makan dan minum (krn terlalu sedih dsb); -- tenang (biasa) menghanyutkan, pb orang yg pendiam biasanya banyak pengetahuannya; bagai -- di daun talas, pb selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian); bermain -- basah, bermain api lecur, pb tiap pekerjaan atau usaha ada susahnya;
Asam 1 n pohon yg besar batangnya, daunnya kecil-kecil, buahnya berpolong-polong, dan masam rasanya; Tamarindus indica; 2 n a Kim zat yg dapat memberikan proton; b zat yg dapat membentuk ikatan kovalen dng menerima sepasangan elektron; 3 a masam spt rasa cuka (buah mangga muda dsb): -- benar limau ini; 4 a ki tidak cerah; cemberut; masam: mukanya -- saja sejak pagi; 5 n buah asam; -- di darat, ikan di laut (garam di laut -- di gunung) bertemu dl belanga, pb laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya; bagai melihat -- , pb ingin sekali; kelihatan -- kelatnya, pb kelihatan sifatnya yg kurang baik; sudah se -- segaramnya, pb sudah tidak ada celanya (tt pekerjaan, perbuatan); tahu -- garamnya, pb tahu seluk-beluknya (baik-buruknya); -- alginat karbohidrat dr ganggang laut yg dipakai dl pembuatan es krim; -- amino Kim asam organik yg mengandung paling sedikit satu gugusan amino (NH2) dan paling sedikit satu gugusan karboksil (COOH) atau turunannya, merupakan molekul dasar yg diikat satu sama lain melalui ikatan peptida dl pembentukan molekul protein yg lebih besar; -- amino aromatik Kim asam amino yg mengandung lingkar benzena; -- amino esensial asam amino yg tidak dapat disentesis dl tubuh manusia, tetapi diperlukan oleh manusia, msl triptofan; -- arang Kim gas tidak berbau, merupakan persenyawaan zat asam dan zat arang; CO2; -- aromatik Kim senyawa organik rantai tertutup spt kumpulan benzena yg mengandung gugus asam karboksilat; -- asetat Kim asam berupa zat cair tanpa warna dan berbau sangit (sangat penting dl teknik industri, antara lain sbg bahan untuk pembuatan aseton dan selulosa asetat); asam cuka; CH3COOH; -- asetilsalisilat Kim hablur tanpa warna, banyak digunakan dl bentuk tablet sbg analgesik dan antipiretik; aspirin; C9H8O4; -- askorbat Far vitamin yg larut dl air, terdapat dl jeruk, tomat, arbei, dan buah-buahan serta sayuran; vitamin C; -- belerang Kim persenyawaan zat air, belerang, dan zat asam; H2SO4; -

Duson Lecah

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Lecah “bahasa Lubai : Duson Lecah”

Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah sebuah Desa di Lubai yang Subur, pada pendirian desa ini kondisi tanah yang berari atau berlumpur. Karena desa ini sesungguhnya merupakan pengembangan dari suatu tempat tinggal para petani Karet disini, yang berasal dari beberapa desa sipanjang aliran sungai Lubai.

Kata lecah artinya Basah menurut kamus bahasa Melayu. Lecak artinya lembek/cair lengket. Bahasa Lubai Licak adalah tanah yang mirip dengan lumpur, biasa tanah kering setelah ditimpa hujan akan menjadi Licak.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :
Le·cah n tanah yg berair dan berlumpur; tempat becek; sawah; dr -- lari ke duri, pb menghindarkan diri dr kesukaran, mendapat yg lebih besar; ber·le·cah v bermain-main dng lecah; bekerja dl lecah; ter·le·cah v 1 terperosok ke dl lecah; 2 kena lumpur; 3 ki mendapat nama buruk.

Duson Prabu Menang

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Prabu Menang “bahasa Lubai : Duson Permenang”

Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah sebuah Desa di Lubai yang selalu unggul atau selalu memproleh kemenangan. Dalam bahasa Jawa Prabu artinya : Raja. Prabu Menang artinya Raja Menang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia sebagai berikut :
Pra·bu kl n (sebutan) raja: sang -- , baginda; ke·pra·bu·an n tanda-tanda kebesaran (kerajaan)
Me·nang v 1 dapat mengalahkan (musuh, lawan, saingan); unggul: dl perang selalu ada yg kalah dan ada yg --; 2 meraih (mendapat) hasil (perolehan) krn dapat mengalahkan lawan (saingan): berapa rupiah kamu -- semalam?; 3 lulus (dl ujian): dl ujian susulan dia --; 4 mendapat hadiah (dl undian, sayembara, dsb): ia -- lotere; yg -- sayembara karang-mengarang mendapat piagam; 5 dapat melebihi; lebih dari: bukan krn -- pandai, tetapi memang nasib baik; ia bukan -- kaya melainkan -- pangkat; 6 dinyatakan benar (dl perkara): terdakwa itu -- perkara; alah main, -- sarak, pb biarpun kalah main asal kehormatan diri terpelihara; alah -- tak tahu, bersorak boleh, pb perihal seseorang yg tidak ikut campur dl dua pihak yg sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yg telah tentu kalah; siapa lama tahan, -- , pb apabila bekerja dng tekun dan rajin, tidak tergesa-gesa, lama-kelamaan kerja yg sulit sekali pun akan selesai juga dng baik;

Duson Karang Agong

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Karang Agung “bahasa Lubai : Duson Karang Agong”.

Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah sebuah Desa di Lubai yang mempunyai sifat keagungan. Kata karang dapat berarti rangkai, ataupun sebuah batu yang biasanya ada di Laut. Kata Agung artinya besar dan mulia. Karena pada kenyataan di Desa ini merupakan tempat tinggalnya Depati atau Pasirah yang menjadi kepala Pemerintahan Marga Lubai Suku II, sangat tepat jika Desa ini disebut Karang Agung.

Saat ini berdasarkan tinjauan dari beberapa aspek Desa Karang Agung dapat diusulkan menjadi ibukota Kabupaten Lubai Rambang. Tidak berlebihan kiranya penulis mengimpikan terbentuk nya sebuah Kabupaten baru di Sumatera Selatan, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten induk Muara Enim. Hal ini dapat saja terwujud sekiranya beberapa komponen yang terkait seperti Kepala Pemerintahan Kabupaten Muara Enim, Para Anggota Legistif Muara Enim, Camat Lubai, Camat Rambang, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, cerdik pandai dari kedua Kecamatan ini bersatu padu membentuk Panitia Pembentukan Kabupaten Lubai Rambang. Tidak ada yang tidak mungkin, jika niat pembentukan Kabupaten ini untuk kebaikan masyarakat semua.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia sebagai berikut :
Ka·rang n 1 batu kapur di laut yg terjadi dr zat yg dikeluarkan oleh binatang kecil jenis anthozoa (tidak bertulang punggung); batuan organik sbg tempat tinggal binatang karang; koral; 2 pulau (gunung, batu) di laut yg terjadi dr tumpukan karang yg sudah membatu; 3 tumbuhan laut yg menyerupai atau spt karang;
Ka·rang v, me·nga·rang v 1 menyusun, merangkai bunga dsb: ada perlombaan ~ bunga; 2 mencocokkan atau mengikat permata dan intan: pandai emas itu sedang ~ intan pd cincin; 3 menulis dan menyusun sebuah cerita, buku, sajak, dsb: ia sedang sibuk ~ buku cerita kanak-kanak; siapa yg ~ lagu dan syair yg berjudul “Damai tapi Gersang”?;
ka·rang, pe·ka·rang·an n 1 tanah sekitar rumah; halaman rumah: tiba-tiba kedengaran suara mobil berhenti di ~ rumah; 2 tanah yg disiapkan untuk tempat tinggal: kami sudah mempunyai ~ untuk mendirikan rumah
Agung a besar; mulia; luhur: kita kedatangan tamu -- dr negara tetangga; meng·a·gung·kan v memuliakan; meluhurkan: ~ Tuhan adalah kewajiban umat beragama; ~ diri memegahkan diri; membanggakan diri; ke·a·gung·an n kemuliaan; kebesaran: marilah kita memuji ~ Tuhan

Duson Pagar Diwe

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com


Nama Desa Pagar Dewa “bahasa Lubai : Duson Pagar Diwe”.

Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah sebuah Desa di Lubai yang diliputi oleh sifat ke Dewa-an. Dengan harapan masyarakat yang berdomisili didesa ini mempunyai sifat baik dan santun, karena sifat para Dewa itu baik. Kata Dewa ini menggunakan bahasa sangsekerta atau bahasa melayu kuno, dalam ajaran islam kata Dewa tidak dikenal namun dikenal sebutan Malaikat.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :
Pa·gar n yg digunakan untuk membatasi (mengelilingi, menyekat) pekarangan, tanah, rumah, kebun, dsb: -- bambu; -- kawat; -- makan tanaman, pb orang yg merusakkan barang yg diamanatkan (dititipkan) kepadanya; -- adat ketentuan (peraturan) adat; hukum adat; adat istiadat; -- ayu barisan penerima tamu yg terdiri atas wanita-wanita cantik; -- bambu pagar dr tanaman bambu (buluh); -- betis penjagaan yg ketat; -- bulan lingkungan (awan) yg tampak mengelilingi bulan; kandang bulan; -- buluh pagar bambu; -- desa pembantu penjaga keamanan desa (di Jawa Barat); -- duri pagar dr kawat berduri; -- hidup pagar dr pohon-pohonan yg rendah; -- lambung kubu; -- langkan tembok penutup lorong yg dibangun di sekeliling candi; -- negeri pelindung negeri; -- sua pagar sbg sekatan di antara kedua ekor kerbau yg akan diadu; ber·pa·gar v 1 memakai pagar; ada pagarnya; 2 dipagari: halaman rumahnya ~ besi; me·ma·gar v 1 memasang (membuat) pagar; 2 spt pagar; ~ diri bagai aur, pb hanya memikirkan diri sendiri; ~ diri menjaga diri;
De·wa /déwa/ kl n 1 roh yg dianggap atau dipercayai sbg manusia halus yg berkuasa atas alam dan manusia: Batara Surya ialah -- matahari; 2 ki orang atau sesuatu yg sangat dipuja; 3 Bl gelar kasta (golongan) Brahmana; men·de·wa·kan v menganggap (memuja) sbg dewa: pengikut aliran kepercayaan itu ~ pemimpinnya;

Duson Aur

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Aur “bahasa Lubai : Duson Aor”.

Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah sebuah Desa di Lubai yang dekat Sungai, atau ketika pendiriannya desa ini banyak pohon Bambu. Aur dalam bahasa Sunda adalah sungai. Jika kata Aur ditambah huruf a menjadi Aura, maka menurut ilmu Fengshui adalah suatu energi yang tidak nampak dengan mata, namun ada dialam ini. Aura terdiri dari Aura Positif dan Aura Negatif. Jika kata Aur huruf u diganti menjadi i, maka akan dibaca menjadi Air.

Legenda mencatat bahwa di Desa Aur merupakan tempat terdamparnya salah seorang dari Tujuh bersaudara Puyang Serampu, yaitu dikenal dengan sebutan Puyang Terbang menggunakan Jubah, dengan legenda pohon Bunga Tanjung berbunga emas. Saat ini Jubah peninggalan Puyang Terbang Berjubah maseh dapat di lihat dengan mata, jika kita berkunjung di Desa Aur. Dan bagi hendak berziarah ke makam ini makam/kuburannya terletak dipinggir sungai Lubai, Desa Aur.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :
Aur n buluh; bambu; -- ditanam, betung tumbuh, pb mendapat untung (laba) banyak; -- ditarik sungsang, pb banyak sangkut-pautnya sehingga susah dilaksanakan; sbg -- dng rebung, pb sangat karib (tt persahabatan);
Aur, meng·a·ur v menyebarkan (benih, bunga, dsb); menabur

Duson Tanjong Kemale

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Tanjung Kemala “bahasa Lubai : Duson Tanjong Kemale”.

Nama desa ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah agar Desa di paling hilir sungai Lubai ini menjadi Kemale dari desa-desa di sepanjang aliran Sungai Lubai. Kemala dapat diartinya Mahkota Raja atau Ratu, ataupun sesuatu Desa yang menjadi kebanggaan para penduduknya dan Pemerintahannya. Tanjung Kemala dapat di artikan Mahkotanya desa-desa di sepanjang sungai Lubai. Terbukti di Desa ini merupakan tempat tinggal Pasirah Marga Lubai Suku I terakhir sebelum marga ditiadakan dan diganti dengan sebutan Desa.

Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :

Tanjung n tanah (ujung) atau pegunungan yg menganjur ke laut (ke danau); Tan·jung n 1 pohon yg bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan berbau harum, biasa dipakai untuk hiasan sanggul; Mimusops elengi; 2 bunga tanjung; Tan·jung n tumbuhan paku yg tumbuh di rawa-rawa; Diplazium esculentum; Tan·jung n bintang perak atau emas tanda pangkat (disematkan pd polet atau leher baju).

Kemala berarti batu yang indah dan bercahaya (berasal dr binatang), banyak khasiatnya dan mengandung kesaktian, contoh Golok Kemala Hijau, Naga Kemala Putih.

Duson Gunong Raje

diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Gunung Raja “bahasa Lubai : Duson Gunong Raje”.
Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah agar Desa di dekat aliran sungai Lubai ini menjadi tempat tinggal tertinggi para kepala Marga, seakan dia disamakan posisinya Raja. Gunung Raja dapat juga bermakna tempat yang dianggap terhormat pada zaman pemerintahan di Lubai menggunakan sistem marga. Dahulu marga Lubai Suku I dikepalai oleh Sarkowi berdomisili di Desa Gunung Raja.
Kata Gunung berarti suatu tanah yang menjulang tinggi dari dataran tanah lainnya. Raja berarti kepala pemerintahan dari suatu kerajaan yang system monarki. Suatu kerajaan yang roda pemerintahan menggunakan syariat Islam kepala pemerintahannya menggunakan sebutan Sulthon.
Berdasarkan garis keturunan dari pihak Ibu Nenek penulis adalah Mastinah anak keturunan Kerio/Kepala Duson Gunung Raja yaitu Puyang Rudin atau disebut dengan Puyang Kerieudin atau oleh cucunye disebut PuyangKerudin. Berdasarkan garis keturunan dari pihak Ayah Nenek penulis adalah Sedunah anak keturunan Puyang Abdurrahman dari Desa Gunung Raja.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :

Gu·nung n bukit yg sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dr 600 m);
-- juga yg dilejang panas, pb 1 biasanya orang yg sudah kaya yg mendapat untung atau bertambah kaya; 2 orang yg telah berbuat kejahatan; ke -- tak dapat angin, pb akan mendapat keuntungan tetapi gagal; rendah -- tinggi harapan, pb harapan yg sangat besar; tak akan (takkan) lari -- dikejar, hilang kabut tampaklah dia, pb jangan tergesa-gesa dl mengerjakan (mencapai) sesuatu yg telah pasti;

Ra·ja n 1 penguasa tertinggi pd suatu kerajaan (biasanya diperoleh sbg warisan); orang yg mengepalai dan memerintah suatu bangsa atau negara: negara kerajaan diperintah oleh seorang --; 2 kepala daerah istimewa; kepala suku; sultan; 3 sebutan untuk penguasa tertinggi dr suatu kerajaan; 4 orang yg besar kekuasaannya (pengaruhnya) dl suatu lingkungan (perusahaan): -- minyak; 5 orang yg mempunyai keistimewaan khusus (spt sifat, kepandaian, kelicikan): -- kumis; -- copet; 6 binatang (jin dsb) yg dianggap berkuasa thd sesamanya: -- buaya; -- jin; 7 buah catur yg terpenting; 8 kartu (truf) yg bergambar raja;
-- adil -- disembah, -- lalim -- disanggah, pb raja yg adil disayangi dan raja yg zalim dibenci; tiada -- menolak sembah, pb tidak ada orang yg tidak suka dihormati;

Duson Baru

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Baru Lubai “bahasa Lubai : Duson Anyar Lubai”.
Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah agar Desa di Lubai yang baru didirikan ini namanya abadi yakni suatu desa Baru di Lubai. Konon menurut cerita rakyat duson Baru Lubai bahwa dulu duson itu terletak diarah ulu dari duson Kurungan Jiwa. Namun karena dengan adanya beberapa hal kepentingan pada saat itu, maka Duson Baru dipindahkan kearah hilir dari duson Kurungan Jiwa. Desa ini merupakan tempat tinggal Depati Marga Lubai Suku I dengan sebutan Pangeran. Pangeran yang terakhir adalah Pangeran Kori. Depati atau Adipati berasal dari bahasa sansekerta yang berari raja yang agung.
Berdasarkan garis keturunan dari pihak Ayah bahwa nenek Sedunah anak Mahayah binti Renani bin Depati Subot. Nenek Sedunah merupakan cicit dari Depati Subot atau disebut dengan Puyang Depati Subot, beliau pernah menjadi kepala pemerintahan di Marga Lubai Suku I.
Dalam Kamus Besasr Bahasa Indonesia sebagai berikut :
Ba·ru 1 a belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik --; 2 a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; 3 a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; 4 a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; 5 a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; 6 a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; 7 a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; 8 a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; 9 a modern: zaman --; sastra --; 10 adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; 11 adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; 12 adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur;
Ba·ru n pohon yg serat kulitnya dapat dibuat tali; Hisbiscus tiliaceus;
Lubai adalah lu pron cak kamu, ba·yi n anak yg belum lama lahir;

Duson Kurungan Jiwe

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com juge


Nama Desa Kurungan Jiwa “bahasa Lubai : Duson Kurungan Jiwe”.
Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah agar Desa di Lubai yang satu ini, mempunyai kekuatan bela diri yang tinggi atau dapat melindungi Jiwa. Ini dapat dibuktikan bahwa masyarakat Kurungan Jiwa banyak yang mempunyai cerita atau legenda bahwa nenek moyangnya merupakan orang-orang yang sakti atau digdaya, mempunyai kekuatan bela diri yang mempuni dapat menunduk binatang buas seperti Harimau dan Ular. Dilampung terdapat nama desa yang mirip dengan nama Desa Kurungan Jiwa, yaitu Desa Kurungan Nyawa terletak di Kota Bandar Lampung.
Berdasarkan garis keturunan dari pihak Ayah penulis merupakan zuriyat dari Puyang yang terkenal di di Desa Kurungan Jiwa dengan sebutan Puyang Riamad bin Nata Kerti bergelar Lebi atau Lebai. Dalam kamus bahasa Indonesia kata Lebai berarti pendakwah agama islam. Beberapa benda peninggalan puyang Lebi yang saat ini masih dapat di lihat oleh anak keturunannya, sebatang pohon Bunga Tanjung yang buahnya enak dimakan, Tanah pekarangan Masjid di Desa Kurungan Jiwa. Puyang Lebi mempunyai saudara laki-laki yang Rentamad dan Desamad. Mereka tiga bersaudara ini merupakan anak dari Puyang Nata Kerti bergelar Gembeling Sakti yang mempunyai ayah Kencana Dewa bergelar Jaga Niti. Catatan : Kedua desa itu dimerger menjadi Jiwa Baru.
Berdasarkan garis keturunan dari Ibu penulis merupakan zuriyat dari Puyang Tande. Kakek ku Wakif bin Kenaraf... s.d. Puyang Tande.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :
Ku·rung·an n 1 tempat untuk mengurung; sangkar; kandang burung; 2 penjara: ia meringkuk dl ~ selama 12 tahun; 3 ruang yg diberi berdinding; bilik (di perahu): ~ di haluan kapal; 4 Ikn wadah pemiaraan ikan yg biasanya diletakkan di sungai (danau dsb)
Ji·wa n 1 roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; 2 seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb): ia berusaha menyelami -- istrinya; 3 sesuatu atau orang yg utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat: beliau dipandang sbg -- pergerakan rakyat; 4 isi (maksud) yg sebenarnya; arti (maksud) yg tersirat (dl perkataan, perjanjian, dsb): tindakannya tidak sesuai dng -- undang-undang; 5 ki buah hati; kekasih; 6 orang (dl perhitungan penduduk): penduduk Jakarta telah melebihi 10 juta --; 7 daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya; -- bergantung di ujung rambut, pb selalu gelisah krn tidak tentu nasibnya;

Duson Pagar Gunong

Diambek juge nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Pagar Gunung “bahasa Lubai : Duson Pagar Gunong”.
Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah agar Desa di Lubai yang satu ini mempunyai kekuatan pertahanan atau menjadi pagar bagi desa-desa di sepanjang sungai Lubai secara alami yaitu berupa Gunung. Walaupun secara kasat mata di desa ini tidak terlihat keberadaan Gunung, karena desa ini didirikan pada dataran rendah yang rata. Nama desa Pagar Gunung, menurut informasi dari sahabat penulis yang merupakan putera Lahat bahwa disana ada nama Desa yang sama. Bahkan sahabat penulis ini menyatakan bahwa asal usul orang baca Jeme Lubay adalah merupakan migrasi zaman dahulu kala dari orang baca Jeme Gumay Talang. Bahkan penulis diundang untuk berkunjung kesana dan berziarah kepada salah satu makam Puyang yang terletak di Gumay Talang tersebut. Bahkan dikatakan ciri -ciri dari keturunan Puyang itu antara lain tidak boleh makan sejenis sayuran mirip Labu. Wallahu aklam bi showab.
Saat ini pada Desa Pagar Gunung, terdapat Stasiun Kereta Api yang merupakan pintu gerbang masuk ke desa-desa Lubai lainnya. Suatu kebanggaan bagi masyarakat Lubai bahwa Nama Pagar Gunung telah dikenal dari zaman Kolonial Belanda dahulu dengan sebutan Pager Goenoeng.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia sebagai berikut :
Pa·gar n yg digunakan untuk membatasi (mengelilingi, menyekat) pekarangan, tanah, rumah, kebun, dsb: -- bambu; -- kawat; -- makan tanaman, pb orang yg merusakkan barang yg diamanatkan (dititipkan) kepadanya; -- adat ketentuan (peraturan) adat; hukum adat; adat istiadat; -- ayu barisan penerima tamu yg terdiri atas wanita-wanita cantik; -- bambu pagar dr tanaman bambu (buluh); -- betis penjagaan yg ketat; -- bulan lingkungan (awan) yg tampak mengelilingi bulan; kandang bulan; -- buluh pagar bambu; -- desa pembantu penjaga keamanan desa (di Jawa Barat); -- duri pagar dr kawat berduri; -- hidup pagar dr pohon-pohonan yg rendah; -- lambung kubu; -- langkan tembok penutup lorong yg dibangun di sekeliling candi; -- negeri pelindung negeri; -- sua pagar sbg sekatan di antara kedua ekor kerbau yg akan diadu; ber·pa·gar v 1 memakai pagar; ada pagarnya; 2 dipagari: halaman rumahnya ~ besi; me·ma·gar v 1 memasang (membuat) pagar; 2 spt pagar; ~ diri bagai aur, pb hanya memikirkan diri sendiri; ~ diri menjaga diri;
Gu·nung n bukit yg sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dr 600 m); -- juga yg dilejang panas, pb 1 biasanya orang yg sudah kaya yg mendapat untung atau bertambah kaya; 2 orang yg telah berbuat kejahatan; ke -- tak dapat angin, pb akan mendapat keuntungan tetapi gagal; rendah -- tinggi harapan, pb harapan yg sangat besar; tak akan (takkan) lari -- dikejar, hilang kabut tampaklah dia, pb jangan tergesa-gesa dl mengerjakan (mencapai) sesuatu yg telah pasti;

Duson Kota Baru

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Kota Baru “bahasa Lubai : Duson Kute Anyar”.
Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah agar Desa di Lubai yang baru didirikan saat itu menjadi kotanya diantara desa-desa yang berada di sepanjan sungai Lubai. Nama Kota Baru ini bermakna bahwa walapun Kota Baru hanya sebuah Desa tapi masyarakat nya telah berinteraksi sosial gaya perkotaan. Saat ini dapat kita perhatikan cara berpakaian, cara komunikasi di Desa Kota Baru Lubai, mirip sekali dengan masyarakat yang berdomisili di perkotaan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :

Ko·ta n 1 daerah permukiman yg terdiri atas bangunan rumah yg merupakan kesatuan tempat tinggal dr berbagai lapisan masyarakat; 2 Dem daerah pemusatan penduduk dng kepadatan tinggi serta fasilitas modern dan sebagian besar penduduknya bekerja di luar pertanian; 3 dinding (tembok) yg mengelilingi tempat pertahanan;
Ba·ru 1 a belum pernah ada (dilihat) sebelumnya: tidak jauh dr dusun itu terdapat sebuah pabrik--; 2 a belum pernah didengar (ada) sebelumnya: pd hari ini tidak ada berita -- mengenai perubahan kabinet; 3 a belum lama selesai (dibuat, diberikan): ia membeli rumah -- di kompleks perumahan itu; 4 a belum lama dibeli (dimiliki); belum pernah dipakai: pagi tadi ia memakai baju --; kemarin ia mengendarai sepeda -- hadiah dr orang tuanya; 5 a segar (belum lama dipetik atau ditangkap): buah-buahan ini masih --; ikan ini masih --; 6 a belum lama menikah: dua sejoli itu adalah pengantin --; 7 a belum lama bekerja: dia adalah pegawai -- di kantor ini; 8 a awal: selamat dan sejahteralah mulai tahun -- 2000 ini; 9 a modern: zaman --; sastra --; 10 adv belum lama antaranya: mereka berdua -- saja berada di sini; dia -- saja pergi; 11 adv kemudian; setelah itu: setelah diingatkan berkali-kali, -- ia sadar akan kesalahannya; sesudah dipukul -- ia mengaku; 12 adv cak sedang; lagi: ayah -- tidur; jangan ribut saja adikmu -- tidur;

Duson Beringen

Diambek nai: www.margalubai.blogspot.com

Nama Desa Beringin “bahasa Lubai : Duson Beringen”.

Nama ini dimaksudkan oleh nenek moyang yang mendirikannya adalah agar Desa di Lubai yang ketika awal pendiriannya banyak ditumbuhi pohon Beringin menjadi abadi, sehingga dikenang oleh cucunya. Saat ini pohon Beringin masih terdapat di Desa ini. Pohon Beringin merupakan tempat berteduh yang nyaman dan tempat para Burung-burung hinggap mencari makan. Sungguh tepat nenek moyang memberikan nama ini, karena Desa Beringin merupakan sebuah Desa yang akhirnya menjadi Ibukota kecamatan Lubai. Ibukota kecamatan dapat diartikan suatu tempat pusat pemerintah yang menaungi beberapa desa-desa Lubai disekitarnya.

Puyang terkenal di Desa ini adalah Puyang Serampu 7 (Tujoh) yang pada masa hidupnya mempunyai kesaktian atau digdaya. Puyang Serampu Tujuh terdiri dari 6 (enam) Saudar) laki-laki dan seorang prempuan. (Sumber informasi : Lamtoni Zainal Abidin, yang saat ini bermukim di Kota Bandar Lampung).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :
Be·ri·ngin n pohon besar yg tingginya mencapai 20—35 m, berakar tunggang, dr cabang-cabangnya keluar akar gantung, daunnya kecil berbentuk bulat telur yg meruncing ke ujung dan rimbun dng tajuk berbentuk payung, buahnya kecil, bulat, dng permukaan halus; Ficus benjamina; -- putih beringin yg daunnya berwarna putih bercak-bercak hijau kecil, pembiakannya dng biji atau cangkok; Ficus radicant vaiegata